//
you're reading...
Nasehat, Tsaqofah Islam

Makna Dan Arti Kehidupan

Sahabatku, Bahagia itu adalah sebuah rasa, sama dengan sakit, senang, susah, kesal atau juga rindu, semua itu adalah sebuah rasa, atau banyak orang menyebutnya dengan kata ‘perasaan’. Dan ketahuilah yang namanya perasaan itu adanya di dalam hati manusia.
Jadi, barang siapa yang menginginkan keebahagiaan, maka kuncinya adalah mengisi hatinya dengan penuh oleh perasaan bahagia tanpa sedikitpun membiarkan ruang kosongnya untuk diisi oleh perasaan lainnya. Saya yakin siapapun orangnya dia akan merasakan bahagia dalam kondisi apapun.

Sebagian orang mengira bahwa bahagia itu ketika seseorang sudah mendapatkan harta yang banyak. Dan tidak sedikit yang beranggapan bahwa bahagia itu bisa didapatkan dengan uang yang banyak, kedudukan yang tinggi atau nama yang terkenal. Padahal kalau kita mau berpikir lebih jauh berapa banyak orang yang dirinya kita anggap sebagai orang yang hartanya banyak tetapi hidupnya jauh dari bahagia. Dan tidak sedikit dari orang2 yang kita anggap memiliki uang banyak, jabatannya selangit, atau namanya yang terkenal sejagat raya tetapi perjalanan hidupnya tidak merasa bahagia sedikitpun. Hal itu tidak lain dan tidak bukan karena di dalam dirinya sulit untuk mengisi hatinya dengan kata bahagia.

Lantas, bagaimanan caranya agar hati kita bisa bahagia?
Salah satu caranya adalah dengan membuang jauh-jauh sifat yang dapat menghilangkan rasa bahagia. Yaitu sifat-sifat yang bertentangan dengan sifat bahagia itu sendiri, diantaranya adalah, kesal, sebal, sakit, marah, iri hati, dengki, berprasangka buruk dan sifat-sifat jelek lainnya. Buanglah sejauh mungkin sifat-sifat itu dari hati kita, maka rasa bahagia itu akan bersemayan dengan tenang di dalam hati kita tanpa gangguan dari pihak manapun. Ini adalah langkah yang paling utama untuk meraih satu tiket kebahagiaan.

Lalu langkah yang kedua adalah dengan selalu menghadirkan di dalam hati kita rasa bahagia itu dengan sekuat-kuatnya. Buatlah rasa bahagia itu betah dalam hati kita hehehehehe…yaitu dengan cara selalu berpikir positip kepada siapapun. Tanpa ada rasa curiga dan apalagi sikap antipati kepada orang lain. Hal ini adalah sangat penting sekali untuk dapat merasakan bahagia, karena dengan selalu memiliki perasaan curiga kepada orang lain maka kita akan selalu dihantui oleh perasaan bersalah dan dan bahkan cenderung menyalahkan orang lain tanpa sebab yang tentunya dapat mengganggu pikiran dan perasaan kita sehingga hati kita akan semakin jauh dari rasa bahagia.

Kemudian langkah yang ketiga adalah belajar untuk bersikap jujur dan bersyukur dengan segala sesuatu yang sudah kita dapatkan sampai detik ini, tanpa berpikir untuk selalu berangan-angan mendapatkan sesuatu yang sulit untuk diraih.
Dengan cara ini maka hati kita akan terasa tenang dan tentram tanpa adanya hayalan-hayalan semu yang tentunya dapat mengganggu konsentrasi kita untuk merasakan dan menikmatai apa-apa yang sudah kita dapatkan seelama ini.

Dan langkah yang keempat adalah belajar untuk menyisihkan sebagian harta yang kita miliki untuk orang lain, walaupun nilainya mungkin tidak seberapa. Tetapi dengan cara seperti itu maka kita sedikitnya sudah mampu meringankan beban penderitaan orang lain. Mereka akan senang dan mereka juga akan merasa bahagia. Karena hal yang paling indah dalam hidup ini adalah ketika kita mampu untuk membuat orang lain bahagia. Disitulah nilai kebahagiaan yang sesungguhnya. Meraka bahagia dan kita juga akan merasa benar-benar bahagia.

Sumber : http://aguskusuma.blogdetik.com/mutiara-nasehat/pesan-buat-para-muslimah/#more-283

Tulisan Berikutnya :

About Boby Riswandi

Aku Adalah Insan yang ingin bermanfaat bagi umat, ingin berkontribusi dalam dunia Islam melalui tulisan dan berjuang bersama barisan para mujahid. Sebarkan semua artikel yang ada di "tempatdakwah" insya Allah berbuah pahala, karena Rasulallah bersabda: “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari) “Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.” (HR.Muslim) Barakallahu fik.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buku Harun Tsaqif (Ceo dan Founder Tempat Dakwah)

http://haruntsaqif.blogspot.com/

Artikel Lainnya

Sukai Halaman ini

Like This Blog

%d blogger menyukai ini: